Tips Membaca Buku untuk yang Tidak Suka Membaca

Gue mau mulai dari pengakuan jujur dulu. Dulu gue termasuk orang yang kalau lihat buku langsung ngerasa capek duluan. Belum dibuka aja rasanya udah berat. Tebalnya bikin minder, tulisannya kecil-kecil, dan bayangan duduk lama buat baca rasanya kayak tugas yang harus diselesaikan, bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Setiap ada orang yang bilang, “Coba deh rajin baca buku, banyak manfaatnya,” gue selalu mikir dalam hati: iya sih, tapi males banget mulai dari mana.

Jadi kalau elo sekarang ngerasa nggak suka baca buku, gue bener-bener ngerti. Karena gue juga pernah ada di posisi itu. Tapi anehnya, makin ke sini gue malah lumayan sering baca. Bukan karena tiba-tiba jadi orang rajin atau super disiplin, tapi karena gue akhirnya nemuin cara supaya membaca nggak terasa berat. Perjalanannya juga nggak instan. Pelan-pelan banget. Dari yang awalnya cuma baca beberapa halaman, sampai akhirnya bisa menikmati satu buku penuh.

Nah, ini beberapa hal yang dulu bantu gue buat mulai membaca, terutama buat orang yang dari awal memang nggak terlalu suka buku.

1. Mulai dari Buku yang Bener-bener Menarik Buat Elo

Kesalahan paling umum yang dulu gue lakukan adalah memilih buku yang “katanya bagus.” Misalnya buku yang lagi populer atau buku yang katanya wajib dibaca. Padahal belum tentu cocok buat gue. Pernah suatu waktu gue beli buku yang katanya masterpiece. Semua orang memujinya. Tapi waktu gue baca, gue malah bingung sendiri. Bahasanya berat, ceritanya lambat, dan gue nggak ngerasa terhubung sama isinya.

Akhirnya gue berhenti di tengah jalan. Dari situ gue sadar satu hal: buku pertama yang elo baca harus bikin penasaran, bukan bikin tersiksa.

Kalau elo suka cerita petualangan, baca yang petualangan.
Kalau elo suka cerita romantis, baca novel romance.
Kalau elo suka mikir soal hidup, baru coba buku pengembangan diri.

Intinya simpel: pilih buku yang bikin elo pengen tahu kelanjutannya.

2. Jangan Mulai dari Buku yang Terlalu Tebal

Hal lain yang bikin orang cepat menyerah adalah memilih buku yang terlalu tebal. Dulu gue pernah beli buku hampir 500 halaman. Waktu gue lihat bukunya di meja, rasanya kayak lagi lihat pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Akhirnya buku itu cuma jadi pajangan.

Sekarang gue lebih suka mulai dari buku yang tipis atau yang bahasanya ringan. Buku 150 sampai 200 halaman itu biasanya lebih ramah buat pemula. Nggak terlalu menakutkan dan lebih cepat selesai. Begitu elo berhasil menyelesaikan satu buku, rasa percaya diri buat membaca buku lain biasanya langsung naik.

3. Baca Sedikit Tapi Konsisten


Dulu gue mikir membaca harus lama. Minimal satu jam supaya terasa “serius”. Tapi ternyata itu justru bikin gue males mulai. Sekarang gue punya aturan sederhana: baca 10 sampai 15 menit saja. Kedengarannya sedikit, tapi efeknya besar. Karena 10 menit itu nggak terasa berat. Kadang setelah 10 menit gue malah lanjut membaca karena ceritanya seru. Tapi kalau nggak lanjut juga nggak apa-apa. Yang penting gue sudah membuka buku hari itu. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus biasanya jauh lebih kuat daripada usaha besar yang cuma dilakukan sesekali.

4. Cari Waktu Membaca yang Nyaman


Nggak semua waktu cocok buat membaca. Gue pernah mencoba membaca saat lagi capek setelah aktivitas seharian. Hasilnya? Baru dua halaman, mata sudah berat. Akhirnya gue mulai mencoba membaca di waktu yang lebih santai. Misalnya sebelum tidur, atau sore hari ketika suasana sudah lebih tenang. Kadang gue juga bikin suasana lebih nyaman dengan minum teh atau kopi. Hal-hal kecil seperti itu ternyata bikin pengalaman membaca terasa lebih menyenangkan.

5. Jangan Takut Berhenti di Tengah Buku


Ini salah satu hal yang paling penting yang gue pelajari. Dulu gue selalu merasa bersalah kalau berhenti membaca di tengah buku. Rasanya seperti gagal. Padahal kenyataannya, nggak semua buku cocok untuk semua orang. Kalau elo sudah membaca beberapa bab dan ternyata bukunya tidak menarik, nggak ada salahnya berhenti dan mencari buku lain. Membaca seharusnya menyenangkan, bukan menjadi beban. Kadang masalahnya bukan karena elo tidak suka membaca, tapi karena bukunya memang tidak cocok untuk elo.

6. Anggap Buku Seperti Cerita, Bukan Tugas


Cara lain yang membantu gue menikmati membaca adalah mengubah cara pandang terhadap buku. Dulu gue membaca seperti sedang mengerjakan tugas sekolah. Fokusnya hanya menyelesaikan halaman demi halaman. Sekarang gue mencoba membaca seperti mendengarkan cerita. Gue membayangkan situasi yang sedang diceritakan penulis. Kadang gue berhenti sebentar untuk merenungkan kalimat yang menarik. Kadang juga gue menandai bagian yang menurut gue penting. Dengan cara itu, membaca terasa jauh lebih hidup.

7. Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain


Di media sosial sering ada orang yang membaca puluhan buku dalam setahun. Melihat itu kadang bikin kita merasa tertinggal. Gue juga pernah merasakan hal yang sama. Tapi lama-lama gue sadar kalau membaca bukan perlombaan. Setiap orang punya ritme sendiri. Ada yang membaca cepat, ada juga yang lebih lambat. Yang penting bukan jumlah buku yang dibaca, tapi apa yang kita pelajari dari buku tersebut.

8. Nikmati Prosesnya


Kalau ada satu pelajaran terbesar yang gue dapat dari perjalanan mulai membaca, itu adalah pentingnya menikmati proses.

Awalnya mungkin cuma beberapa halaman.
Lama-lama jadi satu bab.
Kemudian tanpa sadar elo sudah menyelesaikan satu buku penuh.

Perubahan kecil itu sering kali tidak terasa, tapi dampaknya besar.